Nyawa
tiruan tentunya tidak sama dengan nyawa asli. Setiap manusia tentulah
mempunyai nyawa untuk melaksanakan kehidupan didunia ini sebelum
akhirnya nanti akan kembali kepada penciptanya. BEgitu kira-kira
pemahaman dalam agama yang kita anut. Nah kalo saja ada orang yang
mengklaim bahwa dia berhasil menemukan nyawa tiruan sebagai alternatif
nyawa aseli, maka tentu ini jadi kontroversi yang luar biasa tentunya,
betul? Seorang ahli biologi berkewarganegaraan Amerika Serikat, Craig
Venter berhasil menciptakan ‘kehidupan tiruan’ untuk kali pertama di
laboratoriumnya. Sang ilmuwan tersebut, menyangkal bahwa dirinya
mempermainkan Tuhan dengan karyanya itu. Penciptaan sel sintetik yang
digambarkan sebagai sebuah tonggak bersejarah dalam ilmu pengetahuan
oleh seorang ahli asal Inggris itu, merupakan mimpi yang menjadi
kenyataan dari penelitian yang berlangsung selama 15 tahun oleh ahli
rekayasa genetik, Dr Ventern.
LAlu bagaimana nyawa tiruan itu digunakan? Menurut penemu metode ini,
bahwa sang ilmuwan menghembuskan nyawa ke tubuh bakteri dengan
menggunakan gen yang telah disatukan melalui sebuah proses di
laboratorium dalam sebuah konsep pengembangan, dengan tujuan utama untuk
membuat organisme material genetik. Termasuk di dalamnya, pembuatan
organisme tiruan yang didesain untuk tugas-tugas khusus seperti membuat
vaksin atau membersihkan polusi. Dengan adanya tuduhan mempermainkan
tuhan, maka sang ilmuwan membela dirinya dengan mengatakan bahwa hal itu
adalah biasa. Tuduhan selalu dialamatkan kepada seseorang yang telah
menerobos temuan dibidang medis. Venter juga menyangkal kekhawatiran
sejumlah pihak bahwa teknologi itu akan digunakan sebagai bio terorisme.
“Sebagian orang sepakat bahwa ada potensi yang berkembang, bahwa
teknologi bisa digunakan untuk kekerasan. Tapi ada juga yang meyakini
jika pengembangan ini sangat berpotensi untuk membantu kehidupan
manusia,” paparnya.by; http://beritalink.com/






0 komentar:
Posting Komentar