
JOGJA/Angin
segar bertiup mengarah ke siswa-siswi ma-drasah di Kota Jogja. Jika
selama ini, bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) di lingkungan
Pemkot Jogja hanya diberikan untuk siswa-siswi sekolah umum, tahun ini
direncanakan juga menyasar sekolah madrasah.Tahun ini, siswa madrasah
akan mendapat Bosda dari Pemkot Jogja, seperti siswa sekolah lain-nya.
Untuk rencana pemberian Bosda tersebut, saat ini tengah disusun aturan
sebagai dasar hukum pemberian bantuan, termasuk surat kesepahaman
bersama.
Kepala Seksi Pendidikan Ma-drasah Kantor Kementerian Agama Kota Jogja
Basori Alwi mengatakan, pemberian Bosda bagi siswa madrasah, sudah
diper-juangkan sejak 2010. Sebab, menu-rutnya, Bosda bagi siswa
madrasah ini juga merupakan hak sebagai warga negara untuk mendapatkan
pelayanan dari pemerintah. ”Sekaligus sebagai komitmen pemda untuk
memberikan pe-layanan pendidikan yang sama, tanpa membedakan antara
pen-didikan umum dengan pendidikan madrasah,” jelasnya kemarin (6/2).
Basori melanjutkan, pembe-rian bantuan operasional sekolah daerah untuk
siswa madrasah tersebut sejalan dengan program unggulan dari Pemkot
Jogja bidang pendidikan, yaitu mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
”Dengan adanya Bosda untuk siswa madrasah, tentunya sangat membantu
dalam pembiayaan pendidikan,” tuturnya.
Menurut dia, dalam kepemilikan, keberadaan madrasah berbeda dengan
sekolah umum lainnya. Mayoritas madrasah di Kota Jogja merupakan
madrasah swasta. Dirinya menyebut di Kota Jogja terdapat dua madrasah
ibtidaiyah yang terdiri satu sekolah negeri dan swasta. Sementara di
tingkat madrasah tsanawiyah, terdapat satu sekolah negeri dan enam
swasta. Sedang di tingkat madra-sah aliyah, ada dua sekolah ne-geri dan
empat swasta.Dari jumlah madrasah tersebut, total siswanya sebanyak
6.127 siswa. Dari jumlah itu, 2.486 siswa di antaranya warga Kota Jogja,
dan 3.641 warga luar Kota Jogja. Terkait dengan ren-cana pemberian
Bosda (dimana ada siswa yang berasal dari lura Kota Jogja), Basori
menyerahkan ke aturan yang berlaku.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pen-didikan (Disdik) Kota Jogja Budi
Ashrori mengaku akan berkomu-nikasi lebih lanjut dengan Kantor Wilayah
Kementerian Agama, tentang Bosda tersebut. Termasuk penyusunan aturan
sebagai da-sar hukum pemberian bantuan, dan penyusunan surat
kesepa-haman bersama. ”Dengan ada-nya Bosda ini sangat membantu siswa
dan menyukseskan program pemerintah,” ungkapnya.
Mengenai besaran Bosda, Budi mengaku, ada usulan disam-akan dengan
besaran Bosda selama ini. Besaran Bosda yang diberikan kepada siswa
sekolah dasar Rp 750.000, sekolah mene-ngah pertama Rp 1 juta, sekolah
menengah atas Rp 2,25 juta dan sekolah menengah kejuruan Rp 1,9 juta.
”Ini masih dibahas, kemung kinan baru bisa dilak-sanakan dengan APBD
Perubahan 2015,” jelasnya.
(pra/jko/ong).
http://www.radarjogja.co.id/blog/2015/02/07/siswa-madrasah-akan-dapat-bosda/