
Beritalink.com-
Perkembangan tekhnologi ponsel yang semakin maju membawa dampak baik
dan bruk. Yang tidak diduga adalah adanya bahaya menyimpan foto pribadi
didalam ponsel. Bahaya yang dimaksud adalah apabila kita menyimpan foto
yang bersifat pribadi atau bahkan (maaf) mesum, maka itu merupakan
sebuah .tindakan yang nantinya dimasa depan akan bisa menyulitkan bagi
si penyimpan foto itu sendiri. KEnapa demikian? Ternyata ini sudah diuji
dalam sebuah pengujian yang dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa
layanan komputer asal Ceko, Avast, ternyata data yang telah dihapus dari
dalam tempat penyimpanan di perangkat mobile tidak sepenuhnya hilang.
Nahhlo mengapa bisa demikian? Karena ternyata lagi Tidak hanya foto atau
video saja, seperti dikutip dari BBC (14/07), data berupa email, SMS
sampai dengan jejak rekam pencarian di Google pun dapat diangkat
kembali. Hal ini merupakan hasil temuan yang diungkapkan oleh tim dari
Avast dengan meneliti 20 perangkat mobile pintar atau smartphone bekas
yang mereka beli dari situs lelang eBay. Dari percobaan yang dilakukan
oleh Avast itu, tercatat
dari 20 perangkat
mobile Avast mampu mengangkat kembali sekitar 40 ribu foto yang 750 di
antaranya adalah foto wanita dengan pakaian seksi dan 250 lainnya
adalah foto telanjang dengan memamerkan organ vitalnya. Selain itu,
terdapat juga sekitar 750 email dan 250 kontak disertai dengan alamat
emailnya.
Bahaya menyimpan foto pribadi didalam
ponsel dibantah oleh google. Google sebagai pemilik android mengatakan
bahwa apa yang dilakukan dan diungkapkan Avast tidak dapat disamakan
dengan tingkat keamanan yang dimiliki oleh operating system untuk mobile
mereka sekarang ini yang sudah dikembangkan lebih canggih tersebut.
Google tetap mempertahankan pendapatnya tersebut walaupun sudah ada
bukti seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya. Avastmenyatakan bahwa
dengan menghapus file foto pribadi sebelum sebuah ponsel pribadi dijual
tidak menjamin seutuhnya bahwa file sebelumnya telah benar-benar hilang.
Dari pihak Google menyarankan untuk melakukan pengaturan ulang (factory
reset) ketika perangkat mobile berbasis Android akan dijual. Tetapi
kebanyakan pendapat para pakar adalah bahwa satu-satunya cara paling
efektif adalah dengan menghancurkan perangkat ponsel dimaksud.
by;http://beritalink.com/
0 komentar:
Posting Komentar