 |
| Tidak perlu begadang. Tidak perlu lembur. (ilustrasi). |
Saya rasa,
operator sekolah
adalah orang yang paling santai di sekolah. Tidak perlu begadang atau
lembur. Dengan tips berikut ini, malah bisa-bisa operator sekolah akan
merasa jadi 'pengangguran'.
1. Multilevel Marketing
Jangan segan-segan menularkan kemampuan operator sekolah, khususnya
untuk IT. Mungkin tidak bisa memaksa semua guru untuk menyerap ilmu yang
akan kita tularkan. Tetapi, diantara mereka pasti ada yang relatif
masih muda. Yang paling memungkinkan menerima ilmu operator sekolah. Ini
yang kita tularkan lebih dahulu. Selanjutnya mereka yang akan
menularkan ke guru lainnya. Seperti bisnis multilevel marketing. Minimal
membimbing guru lainnya saat menggunakan IT.
Contohnya saat mengisi Padamu Negeri. Baik itu aktivasi NUPTK, kuisioner, EDS, verval sertifikasi,
verval NRG,
edit biodata dan lain sebagainya. Di sekolah, saya hanya membimbing dua
orang guru yang paling muda untuk melakukannya. Sambil memberikan
pengertian bahwa semua itu tanggung jawab guru. Bukan operator sekolah.
Dan sia-sia hal-hal seperti EDS jika diisikan orang lain. Setelah mereka
bisa dan mengerti, mereka sendiri yang membimbing guru-guru lainnya.
Kita tinggal mengawasi dari jauh sambil bersiul-siul. Paling hanya
ditanya jika mereka menemui kesulitan.
2. Serbuuu...
Masih dengan strategi pemberdayaan guru muda. Kalau mau santai, jangan
bekerja sendiri. Jangan sungkan-sungkan meminta bantuan ke yang lain.
Baik itu guru, staf tata usaha, bila perlu penjaga sekolah. Jika melihat
mereka nganggur, sambar saja. Terutama untuk mengisi data yang
sederhana tapi banyak. Misalnya data rinci siswa pada
Dapodik,
yang harus diisi setiap semester. Seperti berat badan, tinggi badan dan
lainnya. Ini juga bermanfaat agar guru memiliki gambaran bagaimana
sesungguhnya pekerjaan operator sekolah itu.
Bagaimana jika tidak ada yang mau membantu? Nah, ini perlu introspeksi.
Jangan-jangan cara minta tolong kita yang salah? Pribadi kita yang
menyebalkan? Kita tidak bisa berkomunikasi dengan baik? Jika ini yang
terjadi. Nikmati saja semuanya. Toh itu semua terjadi karena kelemahan
kita. Jangan cari kambing hitam.
3. Pilih-pilih Menu
Operator sekolah juga harus jeli
dalam menentukan prioritas kerja. Jangan mengerjakan hal-hal yang tidak
terlalu penting. Misalnya mengisi data siswa secara lengkap di Padamu
Negeri, jadwal mengajar dan lain sebagainya. Untuk apa? Memangnya kalau
tidak kita kerjakan kenapa? Toh juga data-data seperti itu sudah ada
pada Dapodik.
Tentu akan lebih baik jika kita lengkapi semuanya. Jika dilakukan dengan
ikhlas dan sambil menikmati. Tetapi jika dilakukan sambil ngomel
ditambah lagi sambil mengeluhkan gaji, sudah lupakan saja. Kerjakan yang
penting-penting, yang wajib. Kerjakan yang memiliki konsekuensi jika
dilewatkan. Misalnya hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan
keaktifan NUPTK, NRG di Padamu Negeri.
Tips-tips di atas tentu belum teruji secara ilmiah. Hanya pengalaman saya selaku operator di sekolah. Dan hasil
sharing
dengan teman-teman. Tetapi jika itu berhasil kita lakukan, saya merasa
operatorlah orang yang paling santai di sekolah. Repot hanya 6 bulan
sekali, saat awal semester. Selebihnya bisa menyibukkan diri main game
berbulan-bulan.
*) Ditulis oleh Lukman Hadi, Guru SDN 1 Bayan-Lombok Utara
Anda juga bisa mengirimkan tulisan ke SekolahDasar.Net di sini [SekolahDasar.Net | 15/02/2015]